Selasa, 11 Februari 2014

Daftar Partai Terkorup

Menilai Tingkat Korupsi Partai-partai Peserta Pemilu 2014

22 Jan 2014 | 08:57
Menilai tingkat korupsi partai2 bukanlah suatu pekerjaan mudah. Kesulitannya adalah pada obyektifitas kita sebagai subyek penilai yang cenderung untuk agak subyektif dan obyek penilaian (partai) yang juga cenderung mau menang sendiri dan menganggap bahwa partainya bersih. Subyektifitas penilai yang cenderung memberikan penilaian bersih kepada partai yang diikuti dan memberi nilai tidak bersih kepada partai yang dibencinya. Disisi lain, yang sudah antipati terhadap partai akan menganggap semua partai tidak bersih.
Kesulitan kedua adalah kecenderungan kita menilai suatu obyek (partai) dengan pandangan hitam putih. Kesalahan kecil dari suatu partai dianggap tidak ada bedanya dengan sebuah kesalahan besar. Seorang anggota suatu partai yang melakukan kesalahan menempel poster didinding rumah warga dinilai sama dengan korupsi trilyunan dari salah seorang anggota partai lainnya.
Kesulitan yang ketiga adalah memberi bobot yang proporsional terhadap kesalahan suatu partai. Karena kesulitan inilah perlu kiranya kita melakukan penyederhanaan seperlunya.
Sebagai contoh untuk menilai korupsi suatu partai berdasarkan jumlah kasus yang melibat, jumlah anggota partai yang terlibat atau apa ? apakah keterlibatan anggota partai biasa dan yang pengurus apakah sama ? dan banyak pertanyaan lain.
Penyederhanaan dilakukan hanya dengan pembatasan2 sebagai berikut:
Yang dimaksud dengan anggota partai adalah anggota partai yang menjadi/pernah menjadi anggota DPRD/DPR periode 2009/2014 berasal dari partai tersebut.
Data keterlibatan anggota partai ada di http://chirpstory.com/li/184257 lengkap dengan nama, jabatan dan asal partai.
Secara ringkas jumlah koruptor dari masing-masing partai adalah sebagai berikut :
Jumlah Koruptor berdasarkan Partai
Sumber: Jumlah Koruptor berdasarkan Partai
Tabel diatas menyajikan jumlah koruptor yang berasal dari masing-masing partai. Sebagai juara adalah PDIP dengan 84 koruptor dan mendominasi 33,7% dari keseluruhan koruptor yang berasal dari partai. Dengan data ini kita bisa saja menuduh bahwa sarang koruptor sebenarnya adalah PDIP. Munculnya Jokowi, Ganjar dan Tri Rismaharini hanyalah sebuah kedok dari kebobrokan partai.
Penyajian lebih jelas jika menggunakan pie chart sebagai berikut
Pie Chart Koruptor berdasarkan Partai
Sumber: Pie Chart Koruptor berdasarkan Partai
Sesungguhnya kasus-kasus korupsi didominasi oleh 4 partai saja, yaitu PDIP, Golkar, PAN dan PD dengan total jumlah koruptornya 84,3%.
Namun demikian, PDIP, Golkar dan PD punya alibi bahwa sebagai partai besar mereka memang mempunyai koruptor tetapi jumlah yang bersih jauh lebih banyak. Toh semua ada koruptornya (ingat kata SBY). Atau Mereka partai kecil, kalau besar ya sama saja (ingat kata orang Golkar).
Untuk mengatasi subyektifitas ini perlu kiranya dibuat sebuah standarisasi sehingga partai kecil dan besar mempunyai kesempatan yang sama.
Karena itu dalam kesempatan ini saya mengusulkan adanya index korupsi. Secara sederhana jumlah koruptor dibagi dengan jumlah perolehan suara partai pada pemilu 2009
Index korupsi
Sumber: Index korupsi
Ke-12 partai peserta pemilu bisa dilihat track recordnya. Kecuali Nasdem yang tidak punya rekam jejak sehingga tidak bisa dinilai, tabel diatas secara jelas menempatkan 9 partai sebagai partai tidak bersih dengan index korupsi diatas 1. Keanehan adalah pada partai Demokrat yang berada pada nomor 7. Walaupun terhitung tidak bersih, Demokrat terlihat tidak terlalu parah. Ada kemungkinan terhambatnya penetapan tersangka/masuk pengadilan/jatuhnya vonis koruptor dari partai demokrat karena ragu-ragunya penegak hukum untuk mempermasalahkan orang-orang demokrat.
Dari tabel diatas terlihat juga bahwa partai yang bisa dikatakan yang relatif bersih hanya 2, Gerindra dan PKS. Dan tentu saja, PKS mempunyai index sangat bagus dengan angka mendekati nol.
Tentu keadaan ini akan menguntungkan dua partai tersebut, utamanya PKS sebagai partai yang paling bersih.

Sumber : www.kompasiana.com
 

Malaaaaassss


Persaingan hidup yang semakin tajam, tidak membuat orang yang males segara bengkit dari “tidur panjangnya” ketika ada masukan, kritik, saran dan sebagainya, hanya “masuk kuping kanan, ke luar kuping kiri” “ngapain repot-repot, emangnya gue pikirin!” Begitu katanya. Jadi ketika ada dorongan, motivasi, nasehat atau apapun namanya datang kepadanyanya, orang malas ini “cuek bey beh”, “sabodo amat”. Ketika ditanya, mengapa sih males gitu? atau” mengapa sih lu males banget?” Maka akan ditemukan jawaban versi orang males.
Pertama, ngapain rajin bangun pagi, seperti dikejar-kejar hantu, datang ke kantor, ke pabrik, ke sekolah atau ke tempat kerja apapun namanya pagi-pagi, untuk apa? Ga naik gaji, tak tambah pendapatan, tak tambah pintar, tak bertambah apa-apa. Bangun pagi-pagi, untuk apa? Berlari-lari seperti dikejar-kejar waktu, capek deh.
Kedua, ngapain rajin-rajin sekolah, kuliah, kerja, berdagang dan lain sebagainya, untuk apa, bukankah semuanya sudah ada rejekinya masing-masing, apapun yang dilakukan kalau kan rezekinya, ya ga dapat. Ada yang rajin sekali kerjanya, ya segitu-gitu saja penghasilannya, ada yang tak bekerja apa-apa hanya menanam saham milyaran, setiap bulan dapat deviden dari perusahaan tempatnya menanam modal. Jadi buat apa rajin-rajin?
Ketiga, semua porsi jabatan sudah ada yang mengisi, dari Presiden sampai ketua RT, dari jenderal saapai ke kopral, dari konglomerat sampai engkong yang melarat, dari dokter sampai perawat, dari bisnismen sampai “okemen” atau orang yang selalu”yesmen” semuanya sudah ada yang mengisi, lalu buat apa  kuliah? Buat apa capek-capek belajar kalau hanya jadi kuli pabrik, jadi buruh harian atau pegawai kontrakan?
Keempat, ngapain nulis rajin-rajin di blog, sudah ga dibayar, menguras tenaga, pikiran dan dana, eh masih kena semprot pembaca! Di katakan bodolah, stupidlah, ceteklah, pergi aja ke laut,di hina, bahkan sampai disumpahserapahi dengan nama binatang oleh yang tak sependapat. Jadi buat apa rajin-rajin menulis di blog, lagian yang nulis juga sudah “bajibun” lalu yang baca siapa?  Sudah menulis panjang-panjang dengan ribuan karakter, eh malah “dicuekin”, capek deh.
Kelima, apa yang mau dicari? Ngapain sih repot-repot cari kerja atau bekerja yang giat? Buat apa rajin-rajin, rajin juga ga dapat apa-apa, pangkat dan jabatan sekarang ini bukan berkat orang yang rajin, tapi dekat dengan penguasa, dekat dengan orang-orang yang sedang berkuasa atau apapun namanya, bila tidak berKKN, ya segitu saja hasilnya, tak bertambah apa-apa. Lalu buat apa? Apa yang mau dicari? Di jaman edan ini, yang jujur tersingkir dan tersungkur, siapa yang tak terlibat dalam “pak gulipat” tak dapat apa-apa, hanya yang pokok saja yang dibawa pulang ke rumah.
Keenam, siapa sih kamu? Ketika dikecilkan sedemikian rupa, orang males ini bertambah kemalasennya, “Kamu itu siapa? Apa sih pangkat dan jabatanmu? Ah… hanya kelas teri toh… sudah deh jangan banyak omong, mending cuci kaki, ambil selimut , sana segera tidur!” Sudah semakin nelangsa dirinya, makin jatuh harga dirinya dan semakin terpojok di sudut-sudut jaman. Nyerah, kalah dan frustrasi maka matilah daya juang hidupnya.
Begitulah enam jawaban yang akan diperoleh dari orang yang males, yang tak punya daya juang dalam hidup, dan biasanya orang yang males miskin sekali dengan motivasi hidup, maka lahir apa yang dikatakan banyak orang” hidup segan, mati tak mau” Jadilah dia manusia yang tak punya tanggung jawab dalam hidupnya, tak merasa bertanggung jawab untuk perbaikan masyarakat, bangsa dan negaranya. Jangankan untuk yang berada di luar dirinya, di dalam dirinya sendiripun susah untuk bangkit.
Penyakit males memang akan menjadi kronis,  bila semangat juang dalam dirinya sendiri tak ada, maka apapun nasehat orang, betapapun bagus sang motivator dalam menggerakan orang lain,  tak ada manfaat apa-apa bagi orang yang malesnya sudah sampai ke “ubun-ubun.” Apa lagi kalau atasan yang paling atas dari orang males itu tak memberikan contoh yang baik, ya sudah orang males ini akan bertambah-tambah kemalesannya, daya juang  dalam hidupnya semakin kecil dan lama-lama mati, lenyap dalam dirinya dan anehnya tak dipedulikannya, ya itu tadi, sabado amat!
Begitulah bila orang males beragumentasi ketika ditanya tentang kemalesannnya. Nah kalau orang males seperti ini datangnya dari generasi muda yang menghuni Indonesia sekian puluh juta bahkan bisa lebih dari seratus juta atau separoh dari jumlah penduduk Indonesia, maka siap-sipa negara Indonesia sekian puluh tahun yang akan datang akan menjadi negara bangkrut, karena isinya orang-orang males yang tak betanggungjawab, ingin cepat kaya bukan bekerja keras, tapi korupsi. Ingin maju bukannya mencari usaha atau ikhtiar yang keras, malah bermain dengan manipulasi kwitansi.
“Dasar pemalas, ayo bangun… bangun, tak mau bangun tak siram dengan air seember! Eh… eh nyolot ya! Bangun… bangun…. ayo bangun, negara sedang menunggumu, pembangunan sedang menantimu, karya-karyamu sedang dinanti masyarakat, bangsa dan negaramu. Segara tarik selimut itu….lemparkan selimut itu… lompat dari tempat tidurmu… sekarang juga… ya sekarang, jangan kau tunggu waktu, saat ini juga kau haru bangun dari tidur panjangmu… ayo bangkit segera!… Sekarang… ya sekarang, kapan lagi?
“Tapi saya kan tak punya apa-apa?” Aduh… suruh bangun kok malah bertanya, ayo bangun segera… bangkit segera … sekarang… iya sekarang juga!
“Iya… iya..tapi saya tak punya apa-apa? Aduh… “ngeles” lagi, kau bilang tak punya apa-apa, kamu punya otak, ada pikiran, punya akal, punya tangan, ada kaki, mulut, mata, telinga, perut, kulit, rambut, paru-paru, jantung dan lain sebagainya, pergunakan semua itu untukmu berjuang! Masih kurang? Kau masih bisa menghirup udara, mendapat matahari, bisa berjalan, bisa memegang, bisa melihat, bisa berkata, bisa duduk, bisa berdiri dan lain sebagainya, masih kurang? Baik, ada yang sangat penting yang kau miliki dan ini hanya sekali kau miliki di dunia ini yaitu kehidupan, iya kau masih hidup! Dengan kau masih hidup,  itulah modal yang paling utama untuk berjuang dan bangkit!

Minggu, 09 Februari 2014

Yuuk Keep Smile



Tersenyum, betapa mudahnya hal ini dilakukan.  Hanya butuh sedetik untuk merubah bentuk bibir menjadi senyum.  Dan hanya butuh tujuh detik mempertahankan sang senyum untuk terlihat sebagai ungkapan ketulusan hati.

Tetapi kenapa hal sederhana ini jarang terlihat?  Wajah-wajah di jalan, di angkutan umum, di kantin, di kantor, bahkan di tempat wisata yang seharusnya menjadi kebun senyum, justru terlihat buram.  Kerutan-kerutan di wajah menunjukkan betapa berat beban yang harus ditanggung wajah-wajah itu.  Banyak wajah yang daerah diantara dua matanya mengkerut.  Menyeramkan dan tampak garang.  Duh...

Senyum itu sudah hilang dari wajah banyak orang.  Entah kenapa senyum – bahkan tawa – yang selalu cerah menghiasi wajah-wajah itu dari kecil, sirna begitu saja.  Sekarang, bahkan bukan hanya wajah-wajah tua dan dewasa yang telah kehilangan senyum manis.  Wajah para remaja dan anak-anak pun telah ketularan kerutan-kerutan penuh beban itu.

Senyum pada hakikatnya adalah salah satu anugerah indah dari Tuhan Yang Maha Indah.  Tuhan sengaja menganugerahkan  senyum sebagai bagian dari keindahan manusia.  Sayang, anugerah indah ini, tidak banyak ditemui di wajah banyak manusia.  Dunia akan jauh lebih indah bila penduduknya gemar tersenyum.

Hidup dan kehidupan manusia pun akan lebih indah dan menenteramkan bila kita menemui banyak senyum di sekeliling kita.  Terutama sang senyum dari wajah kita sendiri.  Bukankah sangat enak bila kita menerima senyum?  Dan bukankah jauh lebih enak bila kita lah yang memberi senyum?

Saudara, senyum yang sederhana, mudah dan gratis itu ternyata menyimpan banyak keajaiban.  Setidaknya dari berbagai pengalaman dalam hidup saya.  Yap, dalam hidup saya, saya menemui banyak keajaiban.  Bentuknya macam-macam.  Ada  kemudahan, kesehatan, keamanan, kebaikan, solusi , rizky dan sebagainya dari sebuah senyuman.

Jumat, 17 Januari 2014

Ketika Butanya Mata Hati

Tidak terasa kita sudah hampir
melewati separuh dari bulan januari yang belum lama
kita menikmati euphoria suasana tahun baru.
Identiknya ketika disebutkan sesuatu permulaan berarti
kita dihadapkan dengan program atau harapan atau
rencana yang baru untuk mengawali hal yang lebih
baik dari sebelumnya, namun ironisnya yang kita
temukan dan jumpai dalam mengawali era baru adalah
hal-hal yang memilukan, di antaranya:
Kasus orang tua yang menganiaya anaknya, ini
malah terjadi di daerah bumi lancing kuning yang
kita cintai tepatnya daerah Kampar. Masih terekam
bagus di ingatan kita bersama seorang anak yang
bernama “Aditya” yang ditemukan seolah-olah sebagai
sesuatu yang terbuang di kebun sawit.
Kemudian baru-baru yang lagi hebohnya adalah di mana
banyaknya masyarakat kita yang sebagian besar mereka
merupakan pemuda yang disebut-sebut sebagai tonggak
estafet penerus perjuangan tewas secara massal karena
menenggak minuman oplosan bahkan parahnya ini
tindakan ini dilakukan secara sadar oleh mereka sendiri
yang akhirnya menjadi korban “senjata makan tuan”.
Berikutnya kita akan temukan lagi cerminan yang lebih
hebat lagi di mana ayah memperkosa anak gadisnya,
paman yang menghamili keponakannya, ibu yang
terbunuh oleh anak kandungnya, istri yang membunuh
secara mutilasi suaminya, anak kecil atau kakek-kakek
yang melakukan tindak asusila kepada binatang.
Manusia lebih hina dari binatang ternak
Padahal kalau kita lihat di sisi lainnya di mana kita
sering menyalahkan atau menisbahkan perbuatan buruk
ini kepada perbuatan syaithan atau iblis namun
kenyataannya syaithan atau iblis tak pernah kita
temukan dalam sejarah iblis membunuh anaknya,
syaithan menggagahi anak gadisnya atau hewan ternak
memutilasi induk atau anaknya. Inilah langkah awal
yang ditampilkan oleh masyarakat Indonesia khususnya
dan manusia di belahan bumi ini secara umumnya.
Kalaulah seperti ini start nya bisa dibayangkan
bagaimana finishnya, maka pantaslah Allah katakana
manusia itu lebih hina dari binatang ternak.
Butanya mata hati (lalainya mata hati)
Lalu kenapa semua ini terjadi? Kenapa manusia bisa
berbuat serendah ini yang padahal banggakan manusia
dari makhluknya lainnya sebagaimana yang Allah
tegaskan dalam firman ketika bercerita tentang
penciptaan Adam dan proses penciptaan manusia (at-
tin: 4), “sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia
dalam bentuk yang sebaik-baiknya”. Maka ini
ditegaskan oleh Allah dalam firmannya (al-A’raf: 179)
“Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka
Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka
mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk
memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai
mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat
(tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai
telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar
(ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak,
bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-
orang yang lalai”. Melalui firmannya ini Allah tegaskan
bahwa manusia ini banyak yang akan masuk ke dalam
neraka karena mereka menjadi makhluk yang lalai
“nuraninya tak lagi berfungsi” yang akhirnya mereka
mampu berbuat yang bahkan binatang dan syaithan pun
tak melakukan perkara itu. Apa hal yang membuat itu
terjadi:
Mata hati mati atau karena larut dalam kelalaian yang
disebabkan hal berikut sebagaimana keterangan firman
Allah di atas tersebut
Manusia tak lagi menggunakan hatinya untuk
merenungi ayat-ayat Allah, bahkan menyibukkan
hatinya memikirkan perkara yang dibenci Allah
Nikmat mata yang Allah amanahkan itu telah habis
untuk melihat perkara yang Allah murkai bukan untuk
memperhatikan mana perintah dan mana larangan Allah
Pendengaran yang Allah karuniakan sudah tak berfungsi
sebagai perekam atau menyimak pesan-pesan Allah
tapi mereka penuhi isi telinga mereka dengan hal yang
nantinya akan mengantarkan mereka kepada siksa Allah
Adapun pemicu manusia bisa terjebak dalam faktor-
faktor di atas adalah:
Manusia buta akan ilmu syar’i dan kurang mengenal
Allah
Menyepelekan bahkan menghinakan amar ma’ruf
Membiarkan merajalelanya kemaksiatan dan tidak lagi
menafikan kemunkaran
Hakikat hidup adalah ujian
Ketahuilah bersama bahwa hakikat di dunia inilah
adalah ujian dan sudah secara fitrah manusia ketika di
uji dengan nikmat dia akan kikir dan ketika ditimpa hal
yang melarat mereka akan berkeluh kesah. Ini
menunjukkan bahwa kita itu lemah, maka hendaknya
seyogianya kita maksimalkan daya upaya yang kita
miliki ini untuk berlomba-lomba mencari hal yang
diridhai Allah bukan malah menjadi budak dunia yang
membuat kita hina dan tak berperilaku lagi sebagian
manusia yang selayaknya (an-nahl: 95), “sesungguhnya
apa yang ada di sisi Allah, itulah yang lebih baik bagimu
jika kamu mengetahui.”
Inilah yang harus kita perbuat
Lalu apa tindakan evaluasi kita? Maka inilah saat ini
yang harus kita upayakan
Melapangkan dada dengan sabar dan sikap tawakal
kepada Allah serta mengisinya serta mempertebalnya
dengan mendalami ilmu tentang Allah (syar’i)
Merenungi setiap janji-janji Allah, yakni dengan selalu
mempersiapkan diri untuk mengejar janji baik Allah dan
selalu mewaspadai diri dari ancaman azab Allah
Semoga paparan ini bisa menjadi perenungan buat kita
bersama untuk evaluasi diri dalam mengejar hal yang
lebih baik ke depannya.
Sumber : detikcom

Rabu, 15 Januari 2014

Bolehkah aku membeli waktu Papa 1 jam saja

> > Kisah Sedih Mengharukan,,,
> > Siapkan Tissu Sebelum Membaca
> >
> > Pada suatu hari, seorang Ayah pulang
> > dari bekerja pukul 21.00 malam.
> >
> > Seperti hari-hari sebelumnya, hari itu sangat melelahkan baginya.
> > Sesampainya dirumah ia mendapati anaknya yang berusia 8 tahun
> > yang duduk di kelas 2 SD sudah menunggunya di depanpintu rumah.
> >
> > Sepertinya ia sudah menunggu lama.”Kok belum tidur?” sapa sang
> > Ayah pada anaknya.
> >
> > Biasanya si anak sudah lelap ketika ia pulang kerja, dan barubangun
ketika
> > ia akan bersiap berangkat ke kantor di
> > pagi hari.”Aku menunggu Papa pulang , karena aku
> > mau tanya berapa sih gaji Papa?
> >
> > ””Lho,tumben, kok nanya gaji Papa segala? Kamu mau
> > minta uang lagi ya?
> >
> > ””Ah, nggak pa, aku sekedar..pengintahu aja…
> >
> > ””Oke, kamu boleh hitung sendiri. Setiap hari Papa bekerja sekitar 10
jam
> > dan dibayar Rp.400.000. setiap bulan rata-rata dihitung 25 hari kerja.
> >
> > Jadi gaji Papa satu bulan berapa, hayo?!”Si anak kemudian berlari
> > mengambil kertas dari meja belajar sementara Ayahnya melepas sepatu dan
> > mengambil minuman.
> >
> > Ketika sang Ayah ke kamar untuk berganti pakaian, sang anak
> > mengikutinya.”jadi kalau satu hari Papa dibayar Rp 400.000
> > utuk 10 jam, berarti satu jam Papa digaji Rp 40.000 dong!””Kamu pinter,
> > sekarang tidur ya..sudah malam!”
> >
> > Tapi sang anak tidak mau beranjak.”Papa,aku boleh pinjam uang
> > Rp 10.000 nggak?
> >
> > ””Sudah malam nak, buat apa minta uang malam-malam begini. Sudah, besok
> > pagi saja.Sekarang kamu tidur…””Tapi papa…
> > ””Sudah, sekarang tidur…” suarasang Ayah mulai meninggi.
> >
> > Anak kecil ituberbalik menuju kamarnya.
> >
> > Sang Ayah tampak menyesali ucapannya. Tak lama kemudian ia
> > menghampiri anaknya di kamar. Anak itu sedang-terisak-isak sambil
memegang
> > uangRp 30.000.Sambil mengelus kepala sang anak, Papanya berkata”Maafin
> > Papa ya! kenapa kamu
> > mintauang malam-malam begini..besok kan masih bisa.
> >
> > Jangankan Rp.10.000, lebih dari itu juga boleh. Kamu mau pakai buat beli
> > mainan khan?….”
> >
> > ”Papa,aku ngga minta uang. Aku pinjam…
> > nanti aku kembalikan kalau sudah menabung lagi dari uang jajanku.
> >
> > ””Iya..iya..tapi buat apa??” Tanya sang Papa.”
> >
> > Aku menunggu Papa pulang hari ini dari jam8. aku mau ajak Papa main ular
> > tangga. Satu jam saja pa, aku mohon. Mama sering bilang, kalau waktu
Papa
> > itu sangat berharga. Jadi aku mau beli waktu Papa. Aku buka tabunganku,
> > tapi cuma ada uang Rp30.000.
> > tapi Papa bilang, untuk satu jam Papa dibayar Rp 40.000.. karena uang
> > tabunganku hanya Rp.30.000,- dan itu tidak cukup, aku mau pinjam
Rp10.000
> > dari Papa…”Sang Papa cuma terdiam.
> >
> > Ia kehilangan kata-kata. Ia pun memeluk erat anak kecil itu sambil
> > menangis Mendengar perkataan anaknya, sang Papa langsung
> > terdiam, ia seketika terenyuh, kehilangan kata-kata dan menangis.. ia
lalu
> > segera merangkul sang anak yang
> > disayanginya itu sambil menangis dan minta maaf pada sang anak..
> >
> > ”Maafkan Papa sayang…” ujar sang Papa.”Papa telah khilaf, selama ini
Papa
> > lupa untuk apa Papa bekerja keras…
> > maafkan Papa anakku…”kata sang Papa ditengah suara
> > tangisnya.
> >
> > Si anak hanya diam membisu dalam dekapan sang Papa… :"(
>
> > Semoga Bermanfaat untuk saudara-saudara yang lain nya. Terutama yang
telah
> > sempat membaca nya..
> > Aammiin

Alkisah Penebang Kayu

> > Alkisah, seorang pedagang kayu menerima lamaran seorang pekerja untuk
> > menebang pohon di hutannya. Karena gaji yang dijanjikan dan kondisi
> > kerja
> > yang bakal diterima sangat baik, sehingga si calon penebang pohon itu
> > pun
> > bertekad untuk bekerja sebaik mungkin. Saat mulai bekerja, si majikan
> > memberikan sebuah kapak dan menunjukkan area kerja yang harus
> > diselesaikan
> > dengan target waktu yang telah ditentukan kepada si penebang pohon.
> > Hari pertama bekerja, dia berhasil merobohkan 8 batang pohon. Sore hari,
> > mendengar hasil kerja si penebang, sang majikan terkesan dan memberikan
> > pujian dengan tulus, "Hasil kerjamu sungguh luar biasa! Saya sangat
> > kagum
> > dengan kemampuanmu menebang pohon-pohon itu. Belum pernah ada yang
> > sepertimu
> > sebelum ini. Teruskan bekerja seperti itu."
> > Sangat termotivasi oleh pujian majikannya, keesokan hari si penebang
> > bekerja
> > lebih keras lagi, tetapi dia hanya berhasil merobohkan 7 batang pohon.
> > Hari
> > ketiga, dia bekerja lebih keras lagi, tetapi hasilnya tetap tidak
> > memuaskan
> > bahkan mengecewakan. Semakin bertambahnya hari, semakin sedikit pohon
> > yang
> > berhasil dirobohkan. "Sepertinya aku telah kehilangan kemampuan dan
> > kekuatanku. Bagaimana aku dapat mempertanggungjawabkan hasil kerjaku
> > kepada
> > majikan?" pikir penebang pohon merasa malu dan putus asa. Dengan kepala
> > tertunduk dia menghadap ke sang majikan, meminta maaf atas hasil kerja
> > yang
> > kurang memadai dan mengeluh tidak mengerti apa yang telah terjadi.
> > Sang majikan menyimak dan bertanya kepadanya, "Kapan terakhir kamu
> > mengasah
> > kapak?"
> > "Mengasah kapak? Saya tidak punya waktu untuk itu. Saya sangat sibuk
> > setiap
> > hari menebang pohon dari pagi hingga sore dengan sekuat tenaga," kata si
> > penebang.
> > "Nah, di sinilah masalahnya. Ingat, hari pertama kamu kerja? Dengan
> > kapak
> > baru dan terasah, maka kamu bisa menebang pohon dengan hasil luar biasa.
> > Hari-hari berikutnya, dengan tenaga yang sama, menggunakan kapak yang
> > sama
> > tetapi tidak diasah, kamu tahu sendiri, hasilnya semakin menurun. Maka,
> > sesibuk apa pun, kamu harus meluangkan waktu untuk mengasah kapakmu,
> > agar
> > setiap hari bekerja dengan tenaga yang sama dan hasil yang maksimal.
> > Sekarang mulailah mengasah kapakmu dan segera kembali bekerja!" perintah
> > sang majikan.
> > Sambil mengangguk-anggukan kepala dan mengucap terimakasih, si penebang
> > berlalu dari hadapan majikannya untuk mulai mengasah kapak.
> > "Xiu Xi Bu Shi Zou Deng Yu Chang De Lu"
> > Istirahat bukan berarti berhenti.
> > "Er Shi Yao Zou Geng Chang De Lu"
> > Tetapi untuk menempuh perjalanan yang lebih jauh lagi.
> > Sama seperti si penebang pohon, kita pun setiap hari, dari pagi hingga
> > malam
> > hari, seolah terjebak dalam rutinitas terpola. Sibuk, sibuk dan sibuk,
> > sehingga seringkali melupakan sisi lain yang sama pentingnya, yaitu
> > istirahat sejenak mengasah dan mengisi hal-hal baru untuk menambah
> > pengetahuan, wawasan dan spiritual. Jika kita mampu mengatur ritme
> > kegiatan
> > seperti ini, pasti kehidupan kita akan menjadi dinamis, berwawasan dan
> > selalu baru!
> > Salam sukses luar biasa!

Senin, 06 Januari 2014

MLM ... halal atau haram


Saat ini MLM marak berkembang di masyarakat. Ada Amway, CNI, Tianshi, Dxn, Oriflame ,AhadNet, GoldQuest, dan sebagainya.
MLM bisa halal bisa haram. Tergantung produk yang dijual, cara penjualannya, dan apakah ada penipuan.
Terkadang ada Money Game yang berkedok MLM di mana orang harus membayar untuk produk yang nyaris tidak ada harganya. Ada juga produk kesehatan yang tidak jelas manfaat/kemanjurannya.

OK, kita coba bahas apa yang bisa membuat MLM jadi haram agar kita tidak terjerumus ke dalam dosa.
Produk Haram atau tidak?
Jika MLM menjual produk yang haram, maka jelas MLM haram. Kita dagang biasa buka toko juga haram jika yang dijual adalah barang haram. Oleh karena itu periksa barang yang akan anda jual.
Apakah Harganya Terlalu Berlebihan?
Kalau menjual harga barang 100% di atas HPP (Harga pokok pembelian) misalnya ongkos beli barang Rp 10.000 kemudian kita jual Rp 20.000 itu masih dibolehkan. Tapi jika berkali-kali lipat misalnya jadi Rp 200.000 maka jelas itu diharamkan.
Pernah saya menemukan satu produk odol dari MLM yang harganya Rp 23.000. Padahal waktu itu odol Pepsodent yang lumayan top saja harganya cuma Rp 2.100. Artinya harga produk MLM itu 11 kali lipat lebih mahal dari harga produk sejenis.
Celakanya lagi, biasanya orang-orang yang ikut MLM itu oleh uplinenya disuruh membeli produk MLM yang akan mereka jual. Akibatnya jika sebelumnya untuk beli sabun, odol, sampo, dsb mereka biasa mengeluarkan hanya sekitar Rp 50 ribu/bulan, begitu ikut MLM bisa mencapai Rp 500 ribu/bulan lebih. Ini adalah satu pemborosan dan pemborosan itu dalam Islam haram hukumnya:
”Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros.
Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya.” [Al Israa’:26-27]
Terkadang para Upliners/Level atas sering mengindoktrinasi downliners-nya untuk membeli produk MLM tersebut. Alasannya, ”Kalau kamu tidak merasakan khasiatnya, bagaimana kamu bisa meyakinkan orang lain akan khasiatnya?”
Masuk akal memang. Namun jika bawahannya sampai menghabiskan Rp 500 ribu lebih/bulan, sementara penghasilannya hanya sekitar UMR atau Rp 1 juta/bulan sehingga anak dan istrinya nafkahnya jadi terabaikan, maka atasan itu telah zalim menipu dan berdosa.
Apakah Produknya Bermanfaat?
Ada juga MLM yang menjual produk kesehatan dan tiba-tiba para anggotanya jadi bertingkah seolah-olah sebagai Dokter yang profesional.
Barangsiapa mengobati sedang dia tidak dikenal sebagai ahli pengobatan maka dia bertanggung jawab. (HR. Ibnu Majah)
Jika produk kesehatan yang dijual itu sebenarnya tidak bermanfaat/berkhasiat, dan orang percaya serta akhirnya meninggal karena tidak mendapat obat yang tepat, maka orang itu bertanggung-jawab.
Saya tidak habis pikir bagaimana kalung batu dan sebagainya bisa menyembuhkan. Tidak ada logikanya. Itu kan tidak lebih baik daripada batunya Ponari.
Padahal Nabi Muhammad SAW telah menjelaskan cara-cara pengobatan seperti dengan Bekam, Madu, Habbatus Saudah (Jinten Hitam), dan sebagainya.
Dari Abu Hurairoh ra, “Rasululloh SAW bersabda: “Sebagian tanda dari baiknya keIslaman seseorang ialah ia meninggalkan sesuatu yang tidak berguna baginya.” (Hadits hasan, diriwayatkan Tirmidzi dan lainnya)
Jadi tinggalkan produk-produk yang tidak bermanfaat.
Memang di brosur MLM mungkin dijelaskan obat ini bisa menyembuhkan kanker, jantung, dsb disertai dengan testimoni orang-orang yang ”disembuhkan”. Tapi kalau itu dari produsen MLM, tentu kurang obyektif. Namanya orang jualan ya pasti dia akan bilang produknya bagus.
Oleh karena itu sebelum anda menjual produk MLM, coba rasakan sendiri apakah khasiatnya benar begitu?
”Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.” [Al Israa’:36]
Mengganggu Pekerjaan dan Mengganggu Orang Lain
Umumnya MLM mengajarkan orang agar Cinta Dunia sehingga mereka jadi gigih dalam melakukan penjualan MLM. Ingin jadi jutawan? Ingin punya rumah mewah dan kapal pesiar? Begitu iming-imingnya. Sehingga akhirnya mereka jadi sangat cinta dunia dan materialistis. Ini bertentangan dengan ajaran Nabi Muhammad SAW:
Rasulullah SAW bersabda: “Nyaris orang-orang kafir menyerbu dan membinasakan kalian seperti menyerbu makanan di atas piring. Berkata seseorang: Apakah karena sedikitnya kami waktu itu? Beliau bersabda: Bahkan kalian pada waktu itu banyak sekali, akan tetapi kamu seperti buih di atas air. Dan Allah mencabut rasa takut musuh-musuhmu terhadap kalian serta menjangkitkan di dalam hatimu penyakit Wahn. Seseorang bertanya: Wahai Rasulullah, apakah Wahn itu? Beliau bersabda: Mencintai dunia dan takut mati”. (Riwayat Abu Dawud no. 4297. Ahmad V/278. Abu Na’im dalam Al-Hilyah)
Tak jarang karena terlalu sibuk dengan MLM, bahkan ada orang yang dipecat dari pekerjaannya dan menganggur. Sedangkan ternyata hasil yang dia dapat dari MLM tidak seberapa.
Ada juga orang yang di milis-milis mengganggu orang lain dengan spam dan memakai calendar untuk menyebarkan dagangan MLM-nya.
Kalau sudah penyakit Cinta Dunia dan mengganggu kenyamanan orang, maka orang yang melakukan MLM itu sudah berdosa.
Nah kira-kira ketika anda melakukan penjualan MLM apakah anda sudah bersih dengan hal-hal negatif di atas?
Tidak Ada Penipuan
Ada satu produk MLM, Goldquest, yang menjual koin emas dengan harga 3 kali lipat dari harga pasar. Itu pun ternyata untuk mendapat emas tersebut para anggota MLM harus dapat kaki kiri dan kaki kanan dulu baru bisa.
Iming-imingnya adalah, karena dicetak terbatas, maka nanti harganya akan naik karena langka.
Padahal yang namanya barang langka dan mahal itu bukan karena dicetak sedikit. Tapi karena barang antik yang bernilai sejarah dan sekarang jumlahnya langka, maka jadi mahal. Bukan produk masa kini yang tidak ada nilai sejarahnya atau keantikannya.
Terakhir dari berbagai berita disebut Goldquest sudah difatwa haram dan pengurusnya ada yang ditangkap polisi:
==
Logam Mulia GoldQuest Pencetus Sengketa
Penolakan itu diperkuat dengan argumen fatwa yang sempat diterbitkan Pengurus Wilayah NU Jawa Timur, November tahun lalu. Bisnis GoldQuest sudah diputuskan haram (lihat: Akibat Koin Berwajah Kiai)
Polda Tangkap Empat Pejabat GoldQuest
Bisnis yang dijalankan GoldQuest dengan menjual investasi berupa koin bergambar. Koin Goldquest ini bergambar macam-macam. Ada Kabah, Yesus, atau Paus Johannes Paulus. Koin itu beratnya sekitar 31 gram berharga US$800 sampai US$1.000.
Di luar negeri, bisnis GoldQuest sudah disebut-sebut sebagai praktik penipuan. Australia, Uni Emirat Arab, Filipina, Malaysia, dan Sri Lanka sudah menyatakan GoldQuest melakukan penipuan dengan bisnis sistem piramidnya. Bahkan Donna Mary yang ditangkap Polda Metro Jaya pernah mendekam di penjara Nepal karena kasus yang sama. (Ars/OL-02)