Rabu, 14 September 2016

Tip Seputar Urusan Dapur



1. Agar telur rebus tidak susah dikupas, jangan lupa celupkan ke dalam air es saat telur  tersebut baru matang/masih panas.
2. Agar cabe tidak meletup-letup ketika di goreng, jangan lupa tusuk atau lukai sedikit cabe tersebut dengan pisau sebelum digoreng.
3. Saat mencuci kangkung, selada air atau genjer serta tanaman air lainnya jangan lupa dibilasan pertama bubuhkan sesendok garam lalu diamkan sejenak agar binatang-binatang kecil yang mungkin hidup di batang dan daunnya mati. Biasanya yang hobi nongkrong disitu lintah, keong, ulat dan cacing air (brokoli dan kembang kol juga sering ada ulatnya, jadi jangan lupa pula gunakan cara ini).
4. Agar tahu lebih awet ketika disimpan, cuci bersih dengan air, kemudian siram dengan air panas, setelah itu lap dengan tisu dapur, simpan didalam tupperware, tutup rapat, kemudian letakkan didalam kulkas. Biasanya bisa tahan hingga 1 minggu.
5. Untuk mengetahui telur busuk atau tidak bisa gunakan tes apung air, jika mengapung diatas air itu tandanya telur sudah busuk.
6. Ketika akan mengocok telur untuk berbagai macam kue, pastikan telur dalam keadaan suhu ruang (bukan dingin karena baru keluar dari kulkas, hal ini bisa membuat adonan tidak mengembang).
7. Jika menyimpan sayuran di dalam kulkas, jangan pakai tas plastik kresek, tapi gunakan koran dan atau majalah bekas. Sebab dengan cara ini bisa mencegah air embun sayuran menggenang yang bisa mengakibatkan sayur cepat busuk.
8. Untuk menetralisir bau dalam kulkas, belah kentang dan letakkan di rak kulkas, kentang bisa menghilangkan bau tak sedap dalam kulkas.
9. Agar ikan tidak lengket di penggorengan, gunakan wajan yang khusus untuk menggoreng, jangan sekali-kali menggoreng ikan diwajan yang pernah atau sering dipakai untuk menumis, sebab sudah pasti ikan goreng akan lengket dan hancur ketika dibalik, bisa juga olesi sedikit garam ke wajan sebelum dituangi minyak goreng.
10. Untuk menghilangkan rasa panas ditangan akibat terlalu lama berkontak dengan cabe atau sambal (kata orang jawa tangan wedhangen), bisa dilakukan dengan cara cuci bersih tangan dengan sabun sampai 2 atau 3 kali, kemudian di lap, dan masukkan tangan kedalam beras, benam dan remas-remas beras sebentar. Dijamin rasa panas di tangan akan hilang.
11. Agar mata tidak pedih ketika mengiris bawang merah, letakkan wadah berisi garam disamping talenan, dengan cara ini akan ampuh menghindarkan mata dari rasa pedih.
12. Agar beras tidak dikunjungi kutu beras, letakkan sebungkus plastik yang berisi beberapa sendok kopi bubuk, kemudian beri sedikit lubang pada plastiknya. Kutu beras tidak suka aroma kopi. Jadi dia tidak akan berani datang ke beras.
13. Jika peralatan masak kusam akibat noda dari bumbu yang berwarna seperti kunir/kunyit, atau panci yang terlalu sering dibuat merebus air jadi kekuningan. Segera ambil sesendok baking soda, beri sedikit air, gosok-gosokkan ke panci, diamkan sebentar, lalu bilas. Jika masih ada noda bisa diulang lagi.
14. Agar kembang kates, daun kates/pepaya dan pare tidak terlalu pahit ketika dimasak, baiknya sebelum ditumis di rebus sebentar di air rebusan
daun jambu biji (caranya, rebus air, ambil beberapa lembar daun jambu biji, tunggu hingga mendidih, masukkan daun jambu, tunggu +- 5 menit, masukkan kembang/daun pepaya/pare) diamkan sebentar, matikan api. Baru setelah itu tiriskan dan siap untuk dimasak sesuai selera (kalau daun pepayanya untuk kulupan, bisa direbus hingga matang bersama daun jambu biji).
15. Agar tempe tidak mudah busuk, jangan simpan didekat garam.
16. Jika menyimpan daging di freezer, pastikan daging tidak keluar masuk freezer berulangkali, karena hal ini bisa membuat bakteri berkembangbiak. Sebaiknya potong-potong dulu dagingnya sesuai dengan perkiraan kebutuhan per tiap kali masak dan simpan di plastik kecil-kecil secara terpisah, sehingga ketika akan mengambil bisa ambil seperlunya saja.
Semoga bermanfaat.

Kamis, 18 Agustus 2016

A Story To Remember

Harus tahu kapan kita harus berusaha, harus tahu kapan kita harus berhenti


Jika kita sedang mengupayakan suatu hal, sudah bekerja keras, sudah berdoa terus menerus dan melakukan segala macam cara untuk mendekatkan diri kita dengan keinginan kita. Namun, hasil yang dicapai belum bahkan tidak sesuai dengan ekspektasi kita, mungkin sudah saatnya kita untuk berhenti. Mencoba melepaskan apa yang kita kejar dengan ikhlas dan sportifitas bahwa memang tidak selamanya kita mendapatkan apa yang kita inginkan bahwa, suatu pengharapan, suatu keinginan, suatu impian atau suatu benda sudah pasti mempunyai pemiliknya masing-masing, dan mungkin bukan kita.

Beberapa waktu yang lalu, saya dan salah satu teman saya mengobrol banyak di kantor. Dia bercerita pada saya tentang kehidupannya, problematikanya. Secara garis besar, dia sedang berusaha mendapatkan kejelasan hubungannya kepada seseorang yang sedang menjadi pusat perhatiannya selama berbulan-bulan, saya mendengar. Lalu, dia mulai merasa lelah dengan segala bentuk upaya yang sudah dilakukan, namun tidak menghasilkan sesuatu seperti yang dia inginkan. Dia ingin menyudahi namun tidak ingin mengakhiri, jadilah dia menyebut dirinya: galau.

Saat itu, saya mulai mengerti kegelisahan teman saya yang satu ini karena memang saya sudah mengikuti jalan ceritanya dari awal dan benar juga sih yah, dia sudah menghabiskan waktu yang lama dengan pasangannya namun masih aja walking in the round, tapi saya juga tidak berani judge sana sini. Kecuali kalau dia memang benar-benar mengharapkan kata-kata dari saya, seperti saat itu.

Dia bertanya, “aku harus gmana, Yu ?”

Saya mikir sejenak, terus…

“Try to something new! Tapi bukan berarti aku nyuruh kamu buat cari pasangan baru loh yah. something new yang aku maksud di sini luas, kamu bisa cari kesibukan baru, aktivitas baru, hobi baru atau hal-hal baru yang bisa mengalihkan perhatian kamu sama cowok itu. Kalo kamu cari pasangan, itu sih sah2 aja, tapi takutnya ntar hanya dibuat pelarian. Dan itu salah.”

Dia mendengarkan.

“Tapi sebelumnya kamu harus mantapin diri dulu, apakah kamu emang mau bener-bener berhenti dari ini semua, berhenti untuk ngejar dia? aku tau kok ngejalanin hidup seperti yang kamu jalanin itu gak mudah, tapi aku lebih paham lagi ketika kamu emang sudah berharap besar dengan dia. Makanya pikirin mateng-mateng dulu apa yang benar-benar kamu pengin.”

Saya menambahkan,

“Sekarang, yang paling penting itu adalah memberi pemahaman pada diri sendiri. ketika kamu mencintai seseorang, kamu jangan berharap kalo dia bakalan jadi milik kamu seutuhnya. Karena sampe kapanpun dia gak akan jadi milik kamu. jadi kalo kamu emang suka atau cinta atau sayang, yaudah just let your feeling showing up, jangan berharap lebih, aku yakin segalanya gak akan berjalan serumit ini kok.”

Dan saya bisa melihat reaksi dia setelah mendengar apa yang saya ucapkan, saya tau dia ingin menabok saya dengan sepatunya…. Hahahaha

Saat kecil, saya diajarkan untuk menggantungkan mimpi setinggi-tingginya, apapun bentuk dari mimpinya gantungkan saja. Namun kita harus menyadari satu hal apakah kita akan merasa benar-benar bahagia saat kita mencapainya. Padahal kita sudah banting tulang memeras keringat untuk usaha tersebut. Niat adalah kunci sukses setiap kita ingin mengejar apa yang kita inginkan, Jika niat kita baik, maka segala apa yang kita lakukan akan menjadi baik, dan sebaliknya jika niatnya buruk, apapun usaha baik yang kita lakukan, dia akan tetap buruk. Ketika kita sudah meniatkan diri kita untuk mengejar sesuatu dengan tujuan yang baik, hasil seburuk apapun tidak akan mengendurkan semangat kita untuk tetap berjuang. Kalau pun usaha 1000 persen yang kita kerahkan untuk mendapatkan sesuatu memang tidak bisa menggoyahkan 1 persen dari hasil yang kita inginkan, buat saya YA SUDAHLAH, mungkin impian itu tidak layak untuk kita miliki atau tidak layak menjadi milik kita.

Bermimpi itu sangat dianjurkan. Berusaha itu sangat diwajibkan. Dan berhenti untuk berusaha adalah memberi kesempatan kita untuk mencari kembali mimpi yang benar-benar siap menerima kita. Tolong direnungkan juga yah,Wahyu!

A Story To Remember

Harus tahu kapan kita harus berusaha, harus tahu kapan kita harus berhenti


Jika kita sedang mengupayakan suatu hal, sudah bekerja keras, sudah berdoa terus menerus dan melakukan segala macam cara untuk mendekatkan diri kita dengan keinginan kita. Namun, hasil yang dicapai belum bahkan tidak sesuai dengan ekspektasi kita, mungkin sudah saatnya kita untuk berhenti. Mencoba melepaskan apa yang kita kejar dengan ikhlas dan sportifitas bahwa memang tidak selamanya kita mendapatkan apa yang kita inginkan bahwa, suatu pengharapan, suatu keinginan, suatu impian atau suatu benda sudah pasti mempunyai pemiliknya masing-masing, dan mungkin bukan kita.

Beberapa waktu yang lalu, saya dan salah satu teman saya mengobrol banyak di kantor. Dia bercerita pada saya tentang kehidupannya, problematikanya. Secara garis besar, dia sedang berusaha mendapatkan kejelasan hubungannya kepada seseorang yang sedang menjadi pusat perhatiannya selama berbulan-bulan, saya mendengar. Lalu, dia mulai merasa lelah dengan segala bentuk upaya yang sudah dilakukan, namun tidak menghasilkan sesuatu seperti yang dia inginkan. Dia ingin menyudahi namun tidak ingin mengakhiri, jadilah dia menyebut dirinya: galau.

Saat itu, saya mulai mengerti kegelisahan teman saya yang satu ini karena memang saya sudah mengikuti jalan ceritanya dari awal dan benar juga sih yah, dia sudah menghabiskan waktu yang lama dengan pasangannya namun masih aja walking in the round, tapi saya juga tidak berani judge sana sini. Kecuali kalau dia memang benar-benar mengharapkan kata-kata dari saya, seperti saat itu.

Dia bertanya, “aku harus gmana, Yu ?”

Saya mikir sejenak, terus…

“Try to something new! Tapi bukan berarti aku nyuruh kamu buat cari pasangan baru loh yah. something new yang aku maksud di sini luas, kamu bisa cari kesibukan baru, aktivitas baru, hobi baru atau hal-hal baru yang bisa mengalihkan perhatian kamu sama cowok itu. Kalo kamu cari pasangan, itu sih sah2 aja, tapi takutnya ntar hanya dibuat pelarian. Dan itu salah.”

Dia mendengarkan.

“Tapi sebelumnya kamu harus mantapin diri dulu, apakah kamu emang mau bener-bener berhenti dari ini semua, berhenti untuk ngejar dia? aku tau kok ngejalanin hidup seperti yang kamu jalanin itu gak mudah, tapi aku lebih paham lagi ketika kamu emang sudah berharap besar dengan dia. Makanya pikirin mateng-mateng dulu apa yang benar-benar kamu pengin.”

Saya menambahkan,

“Sekarang, yang paling penting itu adalah memberi pemahaman pada diri sendiri. ketika kamu mencintai seseorang, kamu jangan berharap kalo dia bakalan jadi milik kamu seutuhnya. Karena sampe kapanpun dia gak akan jadi milik kamu. jadi kalo kamu emang suka atau cinta atau sayang, yaudah just let your feeling showing up, jangan berharap lebih, aku yakin segalanya gak akan berjalan serumit ini kok.”

Dan saya bisa melihat reaksi dia setelah mendengar apa yang saya ucapkan, saya tau dia ingin menabok saya dengan sepatunya…. Hahahaha

Saat kecil, saya diajarkan untuk menggantungkan mimpi setinggi-tingginya, apapun bentuk dari mimpinya gantungkan saja. Namun kita harus menyadari satu hal apakah kita akan merasa benar-benar bahagia saat kita mencapainya. Padahal kita sudah banting tulang memeras keringat untuk usaha tersebut. Niat adalah kunci sukses setiap kita ingin mengejar apa yang kita inginkan, Jika niat kita baik, maka segala apa yang kita lakukan akan menjadi baik, dan sebaliknya jika niatnya buruk, apapun usaha baik yang kita lakukan, dia akan tetap buruk. Ketika kita sudah meniatkan diri kita untuk mengejar sesuatu dengan tujuan yang baik, hasil seburuk apapun tidak akan mengendurkan semangat kita untuk tetap berjuang. Kalau pun usaha 1000 persen yang kita kerahkan untuk mendapatkan sesuatu memang tidak bisa menggoyahkan 1 persen dari hasil yang kita inginkan, buat saya YA SUDAHLAH, mungkin impian itu tidak layak untuk kita miliki atau tidak layak menjadi milik kita.

Bermimpi itu sangat dianjurkan. Berusaha itu sangat diwajibkan. Dan berhenti untuk berusaha adalah memberi kesempatan kita untuk mencari kembali mimpi yang benar-benar siap menerima kita. Tolong direnungkan juga yah,Wahyu!

Selasa, 16 Agustus 2016

MENATA HATI


Ada kalanya dalam hidup, saya ataupun anda dihadapkan pada suatu keadaan dan pilihan yang bertentangan dengan keinginan. Jika itu yang terjadi, apa yang akan anda lakukan?.
Mungkin reaksi awal anda ada yang marah, bingung, sedih, dan yang paling buruk ada yang menyalahkan takdir (na’udzubillahi min dzalik). Selanjutnya tergantung seberapa besar keikhlasan anda untuk menerima atau keberanian untuk melompat meninggalkan pilihan dan keadaan yang bertentangan tersebut.
Namun ada juga orang yang ikhlas sejak reaksi awal karena berpegang pada firman Allah yang intinya, “Boleh jadi kita membenci sesuatu padahal itu baik untuk kita dan boleh jadi kita menyukai sesuatu padahal itu buruk untuk kita, Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” Bagi orang-orang yang ikhlas adanya keadaan dan pilihan tersebut tidak menyebabkan kebimbangan dan kemarahannya untuk tetap bertahan dalam kesabaran ataupun hijrah ke pilihan dan keadaan yang lebih baik, tergantung sisi kebaikannya di dunia dan akhirat.

Lalu bagaimana bila hati tidak bisa ikhlas menerima keadaan atau pilihan hidup tersebut ?.
Berdasarkan pengalaman pribadi dan cerita dari orang-orang dengan pengalaman yang mengagumkan, untuk mengatasi masalah tersebut ada beberapa hal yang bisa dilakukan :
1. Yakini bahwa Allah tak pernah salah, dan kita sebagai manusia bisa salah menilai karena keterbatasan pengetahuan kita. Semua yang telah digariskanNya tidaklah sia-sia, semua ada hikmahnya.
2. Allah tidak memberikan ujian di luar batas kesanggupan kita. (la yukallifullahu nafsan illa wus’aha).
3. Buatlah daftar dengan 2 hal yang terjadi dalam selembar kertas atau buku, kemudian tanyakan ke dalam hati nurani. Hal ke-1 tentang pilihan dan keadaan yang kita inginkan, yang ke-2 keadaan dan pilihan yang terjadi sekarang yang tidak kita inginkan. Pertimbangan yang dapat kita sertakan mengenai Ridha Allah, kebaikan untuk masa depan kita, kebaikan untuk orang-orang yang kita sayangi dan di sekitar kita, dan terakhir yang agak spesifik, yaitu waktu yang digunakan akibat konsekuensi hal tersebut. Setelah didapat daftarnya, lihat mana yang lebih banyak, manfaat atau mudharatnya, tanyakan nurani kita dan tanamkan dalam pikiran. Mudah-mudahan ada kebaikan di sana. Amin.
4. Cari penyebab ketidakikhlasan itu. Ada kalanya kita tidak ikhlas karena tertutup oleh pikiran kita sendiri, seolah-olah hanya hal yang kita inginkan yang terbaik untuk kita atau juga karena tidak berani untuk hijrah meninggalkan keadaan yang bertentangan yang ada, ataupun karena kurang sabarnya kita menghadapi ujian. Ingatlah kembali ke poin pertama, Allah tidak pernah salah.
5. Mungkin pilihan yang tidak kita inginkan atau keadaan yang ada adalah sebagai ujian keikhlasan dan kesabaran untuk kita, ataupun ujian keberanian untuk hijrah dari sesuatu yang membawa mudharat dan sia-sia ke sesuatu yang bermanfaat dan membawa kebaikan.
6. Dan mungkin juga jika kita terlahir dengan karakter kuat, kita dihadapkan pada pilihan dan keadaan yang tidak kita inginkan adalah untuk mengubah keadaan, menyebarkan kebaikan dan menjalankan hujjah dan hajjad kita seperti janji kita pada Allah sewaktu di alam ruh dulu, tebalnya hijab dunia membuat kita kesulitan menemukan jalan janji itu. Jangan sampai tidak menemukan jalan itu.
7. Bersyukur kepada Allah. Bersyukur kepada Allah akan membuat kita ikhlas pada kehidupan yang Allah beri pada saat ini, jika memang itu yang terbaik untuk kita. Dan jikalau bukan, yang penting jalani hidup yang ada untuk saat ini sebaik mungkin. Jika sudah saatnya, akan datang pertolongan Allah untuk hijrah meninggalkan semua kebimbangan, kesedihan, dan kemarahan pada pilihan dan keadaan yang membuat kita tidak ikhlas tersebut.
8. Terakhir dan paling penting, tetap berdo’a dan berusaha mencari jalan terbaik dalam bimbingan dan pertolongan Allah sebagaimana do’ a Nabi Ibrahim a.s,” Sesungguhnya jika Rabb-ku tidak memberi hidayah kepadaku, pastilah aku termasuk orang-orang yang sesat.” (QS. al An’aam: 77).
Dengan ikhlas kita tidak akan tersesat ke jalan yang tidak diridhoi Allah, dengan ikhlas pula kita tidak akan menjadi orang yang riya’ atau sombong, karena sombong itu merupakan sifatnya setan.
Demikianlah keikhlasan, menyebabkan beramal menjadi nikmat, tidak membuat lelah, dan segala pengorbanan tidak terasa berat. Sudahkan anda berbuat ikhlas hari ini..??.

Sabtu, 09 Januari 2016

Setelah baca tulisan ini, pikir 100 kali untuk merokok





Baru-baru ini marak di media tentang penangkapan orang yang merokok di tempat umum. Seperti di Mal, Sekolah, jalan dan lainnya. Beberapa di antara mereka ada yang didenda Rp 20.000 hingga Rp 50.000.
Melihat hal ini, sebenarnya bagaimana pandangan Islam terhadap rokok, makruhkah atau haram? Atau mubah? Mohon dijelaskan dengan sejelas-jelasnya, pak ustadz. Terima kasih sebelumnya
Moch. Djoko Birmano
Jawaban
Assalamu `alaikum Warahmatullahi Wabaraktuh
Keharaman rokok tidaklah berdasarkan sebuah larangan yang disebutkan secara ekplisit dalam nash Al-Quran Al-Kariem atau pun As-Sunnah An-Nabawiyah.
Keharaman rokok itu disimpulkan oleh para ulama di masa ini setelah dipastikannya temuan bahwa setiap batang rokok itu mengandung lebih dari 4.000 jenis racun berbahaya.
Dan karena racun itu merusak tubuh manusia yang sebenarnya amanat Allah SWT untuk dijaga dan diperlihara, maka merokok itu termasuk melanggar amanat itu dan merusak larangan.
Namun banyak orang yang menganggap hal itu terlalu mengada-ada, sebab buktinya ada jutaan orang di muka bumi ini yang setiap hari merokok dan buktinya mereka masih bernafas alias tidak langsung mati seketika itu juga.
Karena itulah kita masih menemukan rokok di sekeliling kita dan ternyata pabrik rokokpun tetap berdiri tegar. Bahkan mampu memberikan masukan buat pemerintah dengan pajaknya. Sehingga tidak pernah muncul keinginan baik dari pembuat hukum untuk melarang rokok.
Ini adalah salah satu ciri ketertinggalan informasi dari masyarakat kita. Dan di negeri yang sudah maju informasinya, merupakan bentuk ketidak-konsekuenan atas fakta ilmu pengetahuan. Dan kedua jenis masyarakat ini memang sama-sama tidak tahu apa yang terbaik buat mereka. Misalnya di barat yang konon sudah maju informasinya dan ipteknya, masih saja ada orang yang minum khamar. Meski ada larangan buat pengemudi, anak-anak dan aturan tidak boleh menjual khamar kepada anak di bawah umur. Tapi paling tidak, sudah ada sedikit kesadaran bahwa khamar itu berbahaya. Hanya saja antisipasinya masih terlalu seadanya.
Sedangkan dalam hukum Islam, ketika sudah dipastikan bahwa sesuatu itu membahayakan kesehatan, maka mengkonsumsinya lantas diharamkan. Inilah bentuk ketegasan hukum Islam yang sudah menjadi ciri khas. Maka khamar itu tetap haram meski hanya seteguk ditelan untuk sebuah malam yang dingin menusuk.
Demikian pula para ulama ketika menyadari keberadan 4.000-an racun dalam batang rokok dan mengetahui akitab-akibat yang diderita para perokok, banyak yang bersepakat untuk mengharamkannya. Sayangnya, umat Islam masih saja menganggap selama tidak ada ayat yang tegas atau hadits yang eksplisit yang mengharamkan rokok, maka mereka masih menganggap rokok itu halal, atau minimal makruh.
Padahal para ahli kesehatan sudah sepakat bahwa asap rokok itu membahayakan kesehtan, baik jantung maupun janin bayi. Terutama asap rokok keluaran dari mulut orang yang merokok, di mana korbannya adalah orang lain yang berposisi sebagai perokok pasif. Kalau kebenaran fakta ilmiyah ini masih ingin dipungkiri lantaran seseorang sudah tidak bisa meninggalkan kecanduan terhadap rokok, maka baginya rokok sudah berwujud sebagai berhala yang membutakan mata.
Karena itu semua tindakan untuk mencegah seseorang membahayakan dirinya dan juga orang lain, merupakan kewajiban dalam Islam. Namun kalau mau konsekuen dengan tata cara sistem Islam, yang dilarang seharusnya bukan hanya yang merokok di tempat umum saj, tetapi harus mulai dari hulu, yaitu mulai dari petani tembakau. Di mana kepada mereka diarahkan untuk mengalihkan kebiasaaan bertanam dengan tumbuhan lain yang bermanfaat bagi manusia.
Berikutnya, kita perlu juga memikirkan ribuan pekerja pabrik rokok, yang bila dilarang pabriknya, tenaga kerja ini bisa dialihkan dan diperbaiki nasibnya. Demikian juga dengan jalur distribusi dari paling atas hingga pengecer di pinggir jalan, perlu juga dialihkan komoditasnya, dari rokok yang membahayakan manusia menjadi barang-barang lain yang bermanfaat buat manusia.
Persis ketika Islam mengharamkan khamar, bukan hanya minumnya yang haram, tetapi penulalan, pembuatan, peredaran dan semua yang terkait dengan hal itu, turut pula diharamkan.
Lebih detail tentang bahaya rokok, kami kutipkan beberapa penjelasan yang kami rangkum dari beberapa sumber.
Bahaya Rokok mengandung kurang lebih 4000 elemen-elemen, dan setidaknya 200 di antaranya dinyatakan berbahaya bagi kesehatan. Racun utama pada rokok adalah tar, nikotin, dan karbon monoksida. Tar adalah substansi hidrokarbon yang bersifat lengket dan menempel pada paru-paru. Nikotin adalah zat adiktif yang mempengaruhi syaraf dan peredaran darah. Zat ini bersifat karsinogen, dan mampu memicu kanker paru-paru yang mematikan. Karbon monoksida adalah zat yang mengikat hemoglobin dalam darah, membuat darah tidak mampu mengikat oksigen.
Efek racun pada rokok ini membuat pengisap asap rokok mengalami resiko (dibanding yang tidak mengisap asap rokok):  - 14x menderita kanker paru-paru, mulut, dan tenggorokan - 4x menderita kanker esophagus - 2x kanker kandung kemih - 2x serangan jantung
Rokok juga meningkatkan resiko kefatalan bagi penderita pneumonia dan gagal jantung, serta tekanan darah tinggi. Menggunakan rokok dengan kadar nikotin rendah tidak akan membantu, karena untuk mengikuti kebutuhan akan zat adiktif itu, perokok cenderung menyedot asap rokok secara lebih keras, lebih dalam, dan lebih lama. Hingga dapat dikatakan: TIDAK ADA BATAS AMAN BAGI ORANG YANG TERPAPAR ASAP ROKOK.
Karsinogen Zat-zat karsinogen (pemicu kanker) yang terkandung pada rokok adalah: - vinyl chloride - benzo (a) pyrenes - nitroso-nor-nicotine
Satu-satunya zat yang lebih berbahaya daripada asap rokok dalam memicu kanker paru-paru adalah zat-zat radioaktif. Itu pun jika dimakan atau dihidap dalam kadar yang cukup.
Kanker Kematian umumnya bukan terjadi karena kesulitan bernafas yang diakibatkan oleh membesarnya kanker, tetapi karena posisi paru-paru dalam sistem peredaran darah menjadikan kanker mudah menyebar ke seluruh tubuh. Penyebaran metastase ke arah otak dan bagian kritis lainnya lah yang mengakibatkan kematian itu. 90% penderita meninggal dalam 3 tahun setelah diagnosis.
Selain itu juga ada fakta-fakta yang tidak mungkin dipungkiri lagi:
         Rekomendasi WHO, 10/10/1983 menyebutkan seandainya 2/3 dari yang dibelanjakan dunia untuk membeli rokok digunakan untuk kepentingan kesehatan, niscaya bisa memenuhi kesehatan asasi manusia di muka bumi.
         WHO juga menyebutkan bahwa di Amerika, sekitar 346 ribu orang meninggal tiap tahun dikarenakan rokok.
         90% dari 660 orang yang terkena penyakit kanker di salah satu rumah sakit Sanghai Cina adalah disebabkan rokok.
         Prosentase kematian disebabkan rokok adalah lebih tinggi dibandingkan karena perang dan kecelakaan lalulintas.
         20 batang rokok perhari menyebabkan berkurangnya 15% haemoglobin, yakni zat asasi pembentuk darah merah.
         Prosentase kematian orang yang berusia 46 tahun atau lebih adalah 25% lebih bagi perokok.
Wallahu A`lam Bish-shawab, Wassalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh.

Jumat, 08 Januari 2016

Kata Ibu




Minggu ini saya kirimkan cerita yang saya terima dari seorang teman, semoga
cerita ini berguna bagi anda.

Bagian Tubuh Terpenting.

Ibuku selalu bertanya padaku apa bagian tubuh yang paling penting.
Bertahun-tahun, aku selalu menebak dengan jawaban yang aku anggap benar.

Ketika aku muda, aku pikir suara adalah yang paling penting bagi kita
sebagai manusia, jadi aku jawab, "Telinga, Bu." Jawabnya,
"Bukan. Banyak orang yang tuli.
Tapi, teruslah memikirkannya dan aku menanyakanmu lagi nanti."

Beberapa tahun kemudian sebelum dia bertanya padaku lagi.
Sejak jawaban pertama, kini aku yakin jawaban kali ini pasti benar.
Jadi, kali ini aku memberitahukannya,
"Bu, penglihatan sangat penting bagi semua orang, jadi
pastilah mata kita." Dia memandangku dan berkata,
"Kamu belajar dengan cepat, tapi jawabanmu masih salah
karena banyak orang yang buta."

Gagal lagi, aku meneruskan usahaku mencari jawaban baru
dan dari tahun ke tahun, Ibu terus bertanya padaku beberapa kali
dan jawaban dia selalu,
"Bukan. Tapi, kamu makin pandai dari tahun ke tahun, anakku."

Akhirnya tahun lalu, kakekku meninggal.
Semua keluarga sedih. Semua menangis. Bahkan, ayahku menangis.
Aku sangat ingat itu karena itulah saat kedua kalinya aku melihatnya
menangis.
Ibuku memandangku ketika tiba giliranku untuk mengucapkan selamat tinggal
pada kakek.

Dia bertanya padaku,
"Apakah kamu sudah tahu apa bagian tubuh yang paling penting, sayang?"

Aku terkejut ketika Ibu bertanya pada saat seperti ini.
Aku sering berpikir, ini hanyalah permainan antara Ibu dan aku.

Ibu melihat kebingungan di wajahku dan memberitahuku,
"Pertanyaan ini penting. Ini akan menunjukkan padamu apakah
kamu sudah benar-benar "hidup".
Untuk semua bagian tubuh yang kamu beritahu padaku dulu,
aku selalu berkata kamu salah dan aku telah memberitahukan
kamu kenapa. Tapi, hari ini adalah
hari di mana kamu harus belajar pelajaran yang sangat penting."

Dia memandangku dengan wajah keibuan.
Aku melihat matanya penuh dengan air mata.
Dia berkata, "Sayangku, bagian tubuh yang paling penting adalah
bahumu."

Aku bertanya, "Apakah karena fungsinya untuk menahan kepala?"

Ibu membalas,
"Bukan, tapi karena bahu dapat menahan kepala seorang teman
atau orang yang kamu sayangi ketika mereka menangis.
Kadang-kandang dalam hidup ini,
semua orang perlu bahu untuk menangis. Aku cuma berharap,
kamu punya cukup kasih sayang dan teman-teman agar
kamu selalu punya bahu untuk
menangis kapan pun kamu membutuhkannya."

Akhirnya, aku tahu, bagian tubuh yang
paling penting adalah tidak menjadi
orang yang mementingkan diri sendiri.
Tapi, simpati terhadap penderitaan
yang dialami oleh orang lain.
Orang akan melupakan apa yang kamu katakan...
Orang akan melupakan apa yang kamu lakukan...
Tapi, orang TIDAK akan pernah lupa bagaimana kamu membuat mereka berarti.

Salam  @wahyu_joker